Majelis Sholawat Simthudduror Griya Cimangir –  Bogor
Sekilas Info
  • 8 bulan yang lalu - Tawaqqufan Sementara Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir
  • 2 tahun yang lalu - Alhamdulillah berkah istiqomah gabungan majelis, akhirnya bisa mendirikan Yayasan yang berfokus pada santunan Yatim
  • 2 tahun yang lalu - Dalam menyikapi kondisi bangsa dalam hal masalah wabah COVID-19 / Corona, maka Majelis Dzikir & Shalawat Wa Mudzakaroh Simthudduror rutin setiap malam ba’da Maghrib mengadakan pembacaan Rattib Al-Haddad, Terbuka untuk umum
Jam :
Diterbitkan :
Kategori : Belajar

Hukum Jual Kulit Hewan Kurban

Sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini banyak yang menjual kulit dan kepala hewan kurban. Motifnya beraneka ragam. Ada yang karena berada di daerah dengan tingkat kemampuan perekonomian tinggi sehingga jumlah hewan kurban di daerahnya sangat banyak. Karena saking banyaknya daging, mereka tidak punya banyak waktu untuk mengurus kulit dan kepala hewan kurban.

Atau mungkin ada sebagian yang mempunyai motif ingin menghemat biaya operasional sehingga kulit dan kepala dijual untuk kemudian hasil penjualannya selain dibuat untuk biaya operasional, juga bisa dibuat membayar tukang jagal.

Imam Nawawi mengatakan, berbagai macam teks redaksional dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa menjual hewan kurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semunya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.

واتفقت نصوص الشافعي والاصحاب على انه لا يجوز بيع شئ من الهدي والاضحية نذرا  كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره ولا يجوز جعل الجلد وغيره اجرة للجزار بل يتصدق به المضحي والمهدي أو يتخذ منه ما ينتفع بعينه كسقاء أو دلو أو خف وغير ذلك

Artinya, “Beragam redaksi tekstual madzhab Syafi’i dan para pengikutnya mengatakan, tidak boleh menjual apapun dari hadiah (al-hadyu) haji maupun kurban baik berupa nadzar atau yang sunah. (Pelarangan itu) baik berupa daging, lemak, tanduk, rambut dan sebagainya.

Dan juga dilarang menjadikan kulit dan sebagainya itu untuk upah bagi tukang jagal. Akan tetapi (yang diperbolehkan) adalah seorang yang berkurban dan orang yang berhadiah menyedekahkannya atau juga boleh mengambilnya dengan dimanfaatkan barangnya seperti dibuat untuk kantung air atau timba, muzah (sejenis sepatu) dan sebagainya. (Lihat Imam Nawawi, Al-Majmu’, Maktabah Al-Irsyad, juz 8, halaman 397).

Jika terpaksa tidak ada yang mau memakan kulit tersebut, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti dibuat terbang, bedug, dan lain sebagainya. Itupun jika tidak dari kurban nadzar. Kalau kurban nadzar atau kurban wajib harus diberikan ke orang lain sebagaimana diungkapkan oleh Imam As-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’.

Menyikapi hal ini, panitia bisa memotong-motong kulit tersebut lalu dicampur dengan daging sehingga semuanya terdistribusikan kepada masyarakat. Bagi orang yang kurang mampu, kulit bisa dimanfaatkan untuk konsumsi lebih.

Bukan tanpa risiko, akibat dari menjual kulit dan kepala hewan sebagaimana yang berlaku, bisa menjadikan kurban tersebut tidak sah. Artinya, hewan yang disembelih pada hari raya kurban hanya menjadi sembelihan biasa, orang yang berkurban tidak mendapat fadlilah pahala berkurban sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

من باع جلد أضحيته فلا أضحية له) أي لا يحصل له الثواب الموعود للمضحي على أضحيته

Artinya, “Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada kurban bagi dirinya. Artinya dia tidak mendapat pahala yang dijanjikan kepada orang yang berkurban atas pengorbanannya,” (HR Hakim dalam kitab Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, juz 6, halaman 121).

Apabila sudah terlanjur, karena jual belinya tidak sah, maka perlu ditelaah lebih lanjut. Apabila pembeli adalah orang yang sebenarnya tidak berhak menerima kurban, pembeli seperti ini harus mengembalikan lagi daging yang telah ia beli, uang juga ditarik. Jika terlanjur dimakan, ia harus membelikan daging pengganti untuk kemudian dikembalikan.

Sedangkan jika yang membeli adalah orang yang sebenarnya berhak, ia cukup dikembalikan uangnya dan daging yang ia terima merupakan daging sedekah.

Sebagaimana orang yang berkurban, begitu pula penerima daging kurban juga tidak boleh menjual kembali daging yang telah ia terima apabila penerima ini adalah orang yang termasuk kategori kaya. Orang kaya mempunyai kedudukan sama dengan orang yang berqurban karena ia sama-sama mendapat tuntutan untuk berkurban.

Oleh ka

SebelumnyaTanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham SesudahnyaTIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA'RIFATULLAH SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA’RIFATULLAH
SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA’RIFATULLAH … Sholawat adalah istighfarmu … Sholawat adalah dzikirmu … Sholawat adalah do’amu … Sholawat adalah kunci pembuka segala rahasia … Sholawat itu ungkapan cinta...
Fadilah & Keutamaan Bershalawat Atas Nabi Muhammad Fadilah & Keutamaan Bershalawat Atas Nabi Muhammad
Fadilah & KEUTAMAAN BERSHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM Ketahuilah, wahai saudaraku Muslim, mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah di antara sebaik-baik ibadah. Selain...
13 Keutamaan Menghadiri Majelis Ta'lim 13 Keutamaan Menghadiri Majelis Ta’lim
Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir, Majelis Ta’lim adalah suatu wadah pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Majelis Ta’lim sejatinya bisa dilaksanakan dimana saja, baik di...
Dahsyatnya Sakaratul Maut Dahsyatnya Sakaratul Maut
*DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT* Imam Ghozali mengatakan bahwa, “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman Sakaratul Mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah...
MALAM NISFU SYA'BAN MALAM NISFU SYA’BAN
MALAM NISFU SYA’BAN ba’da Maghrib ( 20-21 April 2019 ) Malam Nisfu Sya’ban Jatuh Pada Malam Minggu 20 April 2019 atau Sabtu Malam Malam ke 15 bulan Sya’ban, . Nabi...
TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT    TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
Pertanyaan :_ Assalamualaikum. Ustadz, saya mau bertanya.. Apakah benar kalau seseorang tidak menunaikan shalat Jum’at sebanyak 3x berturut-turut berarti ia telah kafir? Apakah haditsnya shahih? Jazâkumullâhu khairan. _Jawaban :_ Hadits...