Majelis Sholawat Simthudduror Griya Cimangir –  Bogor
Sekilas Info
  • 3 bulan yang lalu - Untuk saat ini Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir sementara dari rumah ke rumah sampai waktu yang tidak ditentukan
  • 4 bulan yang lalu - Malam Ahad, 17 Agustus 2019 kegiatan pengajian Majlelis Dzikir  Shalawat Simthudduror dilakasanakan di Kediaman Bapak Khodirun Cimangir
  • 4 bulan yang lalu - Malam Ahad, 10 Agustus 2019 Kegiatan pengajian rutin diliburkan mengingat berbarengan dengan Hari Besar Idul Adha 1440 H
Jam :
Diterbitkan :
Kategori : Belajar

Hukum Jual Kulit Hewan Kurban

Sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini banyak yang menjual kulit dan kepala hewan kurban. Motifnya beraneka ragam. Ada yang karena berada di daerah dengan tingkat kemampuan perekonomian tinggi sehingga jumlah hewan kurban di daerahnya sangat banyak. Karena saking banyaknya daging, mereka tidak punya banyak waktu untuk mengurus kulit dan kepala hewan kurban.

Atau mungkin ada sebagian yang mempunyai motif ingin menghemat biaya operasional sehingga kulit dan kepala dijual untuk kemudian hasil penjualannya selain dibuat untuk biaya operasional, juga bisa dibuat membayar tukang jagal.

Imam Nawawi mengatakan, berbagai macam teks redaksional dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa menjual hewan kurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semunya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.

واتفقت نصوص الشافعي والاصحاب على انه لا يجوز بيع شئ من الهدي والاضحية نذرا  كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره ولا يجوز جعل الجلد وغيره اجرة للجزار بل يتصدق به المضحي والمهدي أو يتخذ منه ما ينتفع بعينه كسقاء أو دلو أو خف وغير ذلك

Artinya, “Beragam redaksi tekstual madzhab Syafi’i dan para pengikutnya mengatakan, tidak boleh menjual apapun dari hadiah (al-hadyu) haji maupun kurban baik berupa nadzar atau yang sunah. (Pelarangan itu) baik berupa daging, lemak, tanduk, rambut dan sebagainya.

Dan juga dilarang menjadikan kulit dan sebagainya itu untuk upah bagi tukang jagal. Akan tetapi (yang diperbolehkan) adalah seorang yang berkurban dan orang yang berhadiah menyedekahkannya atau juga boleh mengambilnya dengan dimanfaatkan barangnya seperti dibuat untuk kantung air atau timba, muzah (sejenis sepatu) dan sebagainya. (Lihat Imam Nawawi, Al-Majmu’, Maktabah Al-Irsyad, juz 8, halaman 397).

Jika terpaksa tidak ada yang mau memakan kulit tersebut, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti dibuat terbang, bedug, dan lain sebagainya. Itupun jika tidak dari kurban nadzar. Kalau kurban nadzar atau kurban wajib harus diberikan ke orang lain sebagaimana diungkapkan oleh Imam As-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’.

Menyikapi hal ini, panitia bisa memotong-motong kulit tersebut lalu dicampur dengan daging sehingga semuanya terdistribusikan kepada masyarakat. Bagi orang yang kurang mampu, kulit bisa dimanfaatkan untuk konsumsi lebih.

Bukan tanpa risiko, akibat dari menjual kulit dan kepala hewan sebagaimana yang berlaku, bisa menjadikan kurban tersebut tidak sah. Artinya, hewan yang disembelih pada hari raya kurban hanya menjadi sembelihan biasa, orang yang berkurban tidak mendapat fadlilah pahala berkurban sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

من باع جلد أضحيته فلا أضحية له) أي لا يحصل له الثواب الموعود للمضحي على أضحيته

Artinya, “Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada kurban bagi dirinya. Artinya dia tidak mendapat pahala yang dijanjikan kepada orang yang berkurban atas pengorbanannya,” (HR Hakim dalam kitab Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, juz 6, halaman 121).

Apabila sudah terlanjur, karena jual belinya tidak sah, maka perlu ditelaah lebih lanjut. Apabila pembeli adalah orang yang sebenarnya tidak berhak menerima kurban, pembeli seperti ini harus mengembalikan lagi daging yang telah ia beli, uang juga ditarik. Jika terlanjur dimakan, ia harus membelikan daging pengganti untuk kemudian dikembalikan.

Sedangkan jika yang membeli adalah orang yang sebenarnya berhak, ia cukup dikembalikan uangnya dan daging yang ia terima merupakan daging sedekah.

Sebagaimana orang yang berkurban, begitu pula penerima daging kurban juga tidak boleh menjual kembali daging yang telah ia terima apabila penerima ini adalah orang yang termasuk kategori kaya. Orang kaya mempunyai kedudukan sama dengan orang yang berqurban karena ia sama-sama mendapat tuntutan untuk berkurban.

Oleh ka

SebelumnyaTanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham SesudahnyaTIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
MALAM NISFU SYA'BAN MALAM NISFU SYA’BAN
MALAM NISFU SYA’BAN ba’da Maghrib ( 20-21 April 2019 ) Malam Nisfu Sya’ban Jatuh Pada Malam Minggu 20 April 2019 atau Sabtu Malam Malam ke 15 bulan Sya’ban, . Nabi...
TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT    TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
Pertanyaan :_ Assalamualaikum. Ustadz, saya mau bertanya.. Apakah benar kalau seseorang tidak menunaikan shalat Jum’at sebanyak 3x berturut-turut berarti ia telah kafir? Apakah haditsnya shahih? Jazâkumullâhu khairan. _Jawaban :_ Hadits...
Hukum Jual Kulit Hewan Kurban Hukum Jual Kulit Hewan Kurban
Hukum Jual Kulit Hewan Kurban Sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini banyak yang menjual kulit dan kepala hewan kurban. Motifnya beraneka ragam. Ada yang karena berada di daerah dengan tingkat kemampuan...
Tanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham Tanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham
” Hukum Trading Saham ” Oleh: Dr. Oni Sahroni, M.A Pertanyaan: Assalamualaikum wr wb Ustadz. Bagaimana hukum main saham atau trading saham, di mana beberapa pelaku bisnis melakukan trading saham...
Hukum Wudhu Sebelum Memegang Mushaf Hukum Wudhu Sebelum Memegang Mushaf
Dalam Kitab “Bidayatul Mujtahid” karya Ibnu Rusyd dijelaskan bahwa menurut Imam Malik, Abu Hanifah dan Syafi’i, keadaan suci (berwudhu) adalah syarat dibolehkannya seseorang untuk memegang Mushaf al-Qur’an. Ahl Zahir menyatakan...
Adzan Subuh Dua Kali Adzan Subuh Dua Kali
Pada saat liburan Desember 2017, penulis berkesempatan silaturrahim ke salah satu pesantren di Yogyakarta. Menginap satu malam di pesantren tersebut, penulis mendapatkan pengalaman yang unik pada waktu Subuh. Di tengah...