Majelis Sholawat Simthudduror Griya Cimangir –  Bogor
Sekilas Info
  • 3 bulan yang lalu - Untuk saat ini Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir sementara dari rumah ke rumah sampai waktu yang tidak ditentukan
  • 4 bulan yang lalu - Malam Ahad, 17 Agustus 2019 kegiatan pengajian Majlelis Dzikir  Shalawat Simthudduror dilakasanakan di Kediaman Bapak Khodirun Cimangir
  • 4 bulan yang lalu - Malam Ahad, 10 Agustus 2019 Kegiatan pengajian rutin diliburkan mengingat berbarengan dengan Hari Besar Idul Adha 1440 H
Jam :
Diterbitkan :
Kategori : PIQH

Para Ulama bersepakat adanya larangan mengerjakan shalat pada tiga waktu. Ketiga waktu tersebut adalah; saat terbit matahari, saat terbenam matahari, dan setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.

Mereka berbeda pendapat dalam 2 waktu yaitu; pada waktu tergelincir matahari dan setelah shalat Ashar. Menurut Imam Malik melarang shalat setelah Ashar dan memperbolehkan shalat saat tergelincir matahari. Imam Syafi’i berpendapat bahwa shalat setelah Ashar dan saat tergelincir matahari termasuk yang dilarang dalam Islam, kecuali saat tergelincir matahari di hari Jum’at.

Para Ulama juga berbeda pendapat tentang shalat apa saja yang dilarang untuk dikerjakan pada waktu-waktu terlarang tersebut?
Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa yang dilarang adalah semua jenis shalat, baik shalat qadha, shalat sunnah ataupun nafilah.

Imam Malik dan Syafi’i sama-sama memperbolehkan qadha shalat wajib pada waktu-waktu yang dilarang tersebut.
Imam Syafi’i juga memiliki pendapat lebih jauh tentang pelaksanaan shalat di waktu yang dilarang. Beliau membedakan antara shalat Sunnah dan Nafilah. Shalat Sunnah tetap diperbolehkan pada waktu dilarang shalat, sementara shalat Nafilah tetap dilarang shalat. Apakah yang dimaksud shalat Sunnah dan shalat Nafilah menurut Imam Syafi’i?

Shalat Sunnah yang dimaksud dalam hal ini adalah shalat yang dilakukan karena adanya sebab tertentu. Sementara shalat Nafilah adalah shalat yang dilakukan tanpa sebab tertentu. Contoh shalat Sunnah adalah shalat Gerhana, yang baru dapat dilakukan karena adanya gerhana. Begitu pula dengan shalat Janazah yang dilkakukan karena ada seorang Muslim yang meninggal dunia, atau shalat Tahiyyatul Masjid yang baru boleh dilaksanakan karena adanya aktivitas masuk masjid.

Dari gambaran di atas, maka diperboleh shalat Janazah atau shalat Gerhana pada waktu-waktu dilarang shalat merujuk pendapat Imam Syafi’i karena keduanya adalah Shalat Sunnah dan bukan Shalat Nafilah. Dengan demikian pengurus DKM tidak perlu ragu ketika mendapatkan hal-hal demikian dalam penyelenggaraan masjid. Semoga bermanfaat!

By : Ustadz Abdul Ghoni (DQM)

SebelumnyaTanggunjawab Makmum yang Gugur dalam Shalat Berjamaah Bersama Imam SesudahnyaMereka Berbeda dalam Ukuran Membasuh Kepala
MALAM NISFU SYA'BAN MALAM NISFU SYA’BAN
MALAM NISFU SYA’BAN ba’da Maghrib ( 20-21 April 2019 ) Malam Nisfu Sya’ban Jatuh Pada Malam Minggu 20 April 2019 atau Sabtu Malam Malam ke 15 bulan Sya’ban, . Nabi...
TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT    TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
Pertanyaan :_ Assalamualaikum. Ustadz, saya mau bertanya.. Apakah benar kalau seseorang tidak menunaikan shalat Jum’at sebanyak 3x berturut-turut berarti ia telah kafir? Apakah haditsnya shahih? Jazâkumullâhu khairan. _Jawaban :_ Hadits...
Hukum Jual Kulit Hewan Kurban Hukum Jual Kulit Hewan Kurban
Hukum Jual Kulit Hewan Kurban Sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini banyak yang menjual kulit dan kepala hewan kurban. Motifnya beraneka ragam. Ada yang karena berada di daerah dengan tingkat kemampuan...
Tanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham Tanya Jawab Fiqh Muamalah : Hukum Trading Saham
” Hukum Trading Saham ” Oleh: Dr. Oni Sahroni, M.A Pertanyaan: Assalamualaikum wr wb Ustadz. Bagaimana hukum main saham atau trading saham, di mana beberapa pelaku bisnis melakukan trading saham...
Hukum Wudhu Sebelum Memegang Mushaf Hukum Wudhu Sebelum Memegang Mushaf
Dalam Kitab “Bidayatul Mujtahid” karya Ibnu Rusyd dijelaskan bahwa menurut Imam Malik, Abu Hanifah dan Syafi’i, keadaan suci (berwudhu) adalah syarat dibolehkannya seseorang untuk memegang Mushaf al-Qur’an. Ahl Zahir menyatakan...
Adzan Subuh Dua Kali Adzan Subuh Dua Kali
Pada saat liburan Desember 2017, penulis berkesempatan silaturrahim ke salah satu pesantren di Yogyakarta. Menginap satu malam di pesantren tersebut, penulis mendapatkan pengalaman yang unik pada waktu Subuh. Di tengah...