Majelis Sholawat Simthudduror Griya Cimangir –  Bogor
Sekilas Info
  • 8 bulan yang lalu - Tawaqqufan Sementara Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir
  • 2 tahun yang lalu - Alhamdulillah berkah istiqomah gabungan majelis, akhirnya bisa mendirikan Yayasan yang berfokus pada santunan Yatim
  • 2 tahun yang lalu - Dalam menyikapi kondisi bangsa dalam hal masalah wabah COVID-19 / Corona, maka Majelis Dzikir & Shalawat Wa Mudzakaroh Simthudduror rutin setiap malam ba’da Maghrib mengadakan pembacaan Rattib Al-Haddad, Terbuka untuk umum
Jam :
Diterbitkan :
Kategori : PIQH

Pada saat liburan Desember 2017, penulis berkesempatan silaturrahim ke salah satu pesantren di Yogyakarta. Menginap satu malam di pesantren tersebut, penulis mendapatkan pengalaman yang unik pada waktu Subuh. Di tengah nyenyaknya istirahat malam di pesantren, penulis dibangunkan kumandang azan dari sebuah masjid. Spontan penulis bangun dari tidur dan bergegas ke masjid. Sesampai di masjid, penulis mendapatkan masjid dalam keadaan kosong, hanya sang Muazzin yang sudah stand by di dalam masjid. Setelah ada obrolan sebentar dengan Muazin, ternyata azan yang baru saja berkumandang bukanlah tanda masuk waktu Subuh. Namun sebagian lain, ada yang segera menunaikan shalat Subuh. Sampai akhirnya ketika azan Subuh berkumandang, maka ia pun harus mengulang shalat Subuhnya, karena memang dilaksanakan sebelum masuk waktunya.

Nah, bagaimana sebenarnya kumandang azan menjelang waktu shalat Subuh dalam kajian fiqih?
Seluruh Imam Mazhab bersepakat bahwa azan hanya boleh dikumandangkan setelah masuk waktunya.
Mereka berbeda pendapat terkait dengan azan Subuh. Imam Malik dan Syafi’i menyebutkan bahwa diperbolehkan azan Subuh sebelum masuk waktunya. Dengan demikian pada waktu Subuh ada azan pertama sebelum masuk waktu Subuh, dan azan kedua setelah masuk waktu Subuh. Pada zaman Rasulullah, Bilal yang terbiasa mengumandangkan azan pertama. Sementara Ibn Ummi Makum yang biasa mengumandangkan azan kedua.

Dalil yang memperbolehkan adanya azan sebelum Subuh adalah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori, Rasulullah bersabda; “sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan pada malam hari (sebelum Subuh), maka makan dan minumlah kalian sampai Abdullah ibn Ummi Maktum yang mengumandangkan azan (masuk waktu Subuh).
Imam Abu Hanifah menolak adanya azan sebelum waktu Subuh. Pendapat didasarkan pemahaman hadits Nabi dari Abdullah ibn Umar yang diriwayatkan Imam Abu Daud, “sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan sebelum Subuh. Pada saatu masuk waktu Subuh, Rasululllah meminta Bilal untuk mengulangi azannya.” Pengulangan azan dalam hadits tersebut menunjukkan azan pertama tidak berlaku.

Dari perbedaan pendapat di atas menunjukkan diperbolehkan adanya 1 azan atau 2 azan pada waktu Subuh. Wawasan tersebut memungkinkan setiap Muslim untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dalam kumandang azannya. Jika satu lingkungan terbiasa diperdengarkan 2 azan, maka setiap Muslim masih diperbolehkan untuk melaksanakan shalat Tajajuud atau melanjutkan santap sahur ketika azan pertama dikumandangkan. Hal tersebut baru dilarang jika sudah ada azan yang kedua.

Adapun di satu komunitas yang sudah terbiasa dengan satu kali kumandang azan Subuh, maka shalat Tahajjud ataupun Santap sahur sudah tidak diperbolehkan dengan adanya azan tersebut.
Semoga bermanfaat…

By : DR. Abdul Ghoni, M.Hum

SebelumnyaArah Ka’bah atau ‘Ain al-Ka’bah SesudahnyaHukum Wudhu Sebelum Memegang Mushaf
SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA'RIFATULLAH SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA’RIFATULLAH
SHOLAWAT ADALAH JALAN PINTAS MENUJU MA’RIFATULLAH … Sholawat adalah istighfarmu … Sholawat adalah dzikirmu … Sholawat adalah do’amu … Sholawat adalah kunci pembuka segala rahasia … Sholawat itu ungkapan cinta...
Fadilah & Keutamaan Bershalawat Atas Nabi Muhammad Fadilah & Keutamaan Bershalawat Atas Nabi Muhammad
Fadilah & KEUTAMAAN BERSHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM Ketahuilah, wahai saudaraku Muslim, mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah di antara sebaik-baik ibadah. Selain...
13 Keutamaan Menghadiri Majelis Ta'lim 13 Keutamaan Menghadiri Majelis Ta’lim
Majelis Sholawat Shimthudduror Cimangir, Majelis Ta’lim adalah suatu wadah pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Majelis Ta’lim sejatinya bisa dilaksanakan dimana saja, baik di...
Dahsyatnya Sakaratul Maut Dahsyatnya Sakaratul Maut
*DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT* Imam Ghozali mengatakan bahwa, “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman Sakaratul Mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah...
MALAM NISFU SYA'BAN MALAM NISFU SYA’BAN
MALAM NISFU SYA’BAN ba’da Maghrib ( 20-21 April 2019 ) Malam Nisfu Sya’ban Jatuh Pada Malam Minggu 20 April 2019 atau Sabtu Malam Malam ke 15 bulan Sya’ban, . Nabi...
TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT    TIDAK SHALAT JUM’AT 3 KALI BERTURUT- TURUT  
Pertanyaan :_ Assalamualaikum. Ustadz, saya mau bertanya.. Apakah benar kalau seseorang tidak menunaikan shalat Jum’at sebanyak 3x berturut-turut berarti ia telah kafir? Apakah haditsnya shahih? Jazâkumullâhu khairan. _Jawaban :_ Hadits...